Kamis, 17 Januari 2013
Zombieland : Membunuh Zombie tidak pernah semenyenangkan ini
Lupakan tentang Resident Evil, Zombieland bisa dibilang versi ceria dari film tersebut, dimana jagoan kita adalah seorang pemuda cupu yang punya banyak peraturan sederhana untuk selamat dari kota yang dipenuhi mayat-mayat hidup .
So…Zombieland adalah film simpel tentang perjalanan sekelompok manusia-manusia terakhir di dunia yang berjuang untuk tetap jadi manusia di tengah Amerika Serikat yang populasinya nyaris punah karena serangan zombie. Empat tokoh utama kita tidak punya nama dalam film ini, mereka hanya ditandai oleh daerah yang mereka ingin tuju dalam perjalanan mereka, yaitu Columbus (Jesse Eisenberg), Tallahasse (woody Harrelson), Wichita (Emma Stone) dan Little Rock (Abigail Breslin).
Walaupun temanya horror, dan dipenuhi muncratan darah dan lemparan organ tubuh manusia, film ini justru jauh dari kesan menakutkan. Zombieland adalah film ringan yang bisa membuat kamu tertawa terbahak-bahak di sepanjang film. Saran saya sih, walau ringan, kalau kamu ga kuat lihat darah dan jijikan, mending pilih film lain deh ya.
Rabu, 02 Januari 2013
The Cabin in The Wood, Film horror yang mentertawakan genre film horror lainnya.
The Cabin in The Wood dibuka dengan adegan di sebuah laboratorium besar entah dimana dengan 2 orang pria pekerja lab yang sedang membicarakan masalah istri-istri mereka layaknya pekerja kantoran lainnya, jujur saya awalnya ngga ngerti kolerasi laboratorium ini dengan para pemeran utama kita. Tapi saya ga akan mau cerita banyak tentang para pekerja lab ini, believe me masalah iblis ternyata bisa diuji dan dilab rupanya.
Lalu setting pindah ke adegan klise pembuka film horror lainnya, seorang mahasiswi baik-baik polos Dana (Kisten Connolly) dan sahabat perempuannya yang bitchy Jules (Anna Hutchison) sedang merencanakan sebuah perjalanan liburan bersama pacar Jules Curt (Chris Hemsworth-omg, omg-), seorang mahasiswa tampan yang akan dicomblangi dengan Dana, Holden (Jesse Wiliams) dan si tukang teler Marty (Fran Kranz) yang konyol . mereka akan pergi liburan ke sebuah pondok milik sepupu Kurt di gunung yang tentu saja ada danaunya. Dan disanalah horror dimulai.
Kalau kamu berharap bahwa semua anak muda itu akan mati lalu mahluk horror kita juga akan mati kemudian bangkit lagi, well nanti dulu…..pada akhirnya The Cabin in The Wood melenceng dari pakem itu, ceritanya tetap ga masuk akal, tapi kalau saya sendiri sih kemudian nyaris tertawa terbahak-bahak nonton film ini. Bukan tawa yang meremehkan, tapi tawa kagum karena Cabin mampu memberikan twist yang menyegarkan di tengah film, ah anyway you should watch it by yourself. Yang pasti film ini ga cuma sekedar genangan darah, music yang bikin kaget, dan perempuan-perempuan blonde bodoh yang berlari kesana kemari di sepanjang film. The Cabin in The Wood is my best horror in 2012.
Reply 1997, Brings back Our High School Memory
This is it, best Korean drama in 2012 so far (IMHO ya)…scenario cerdas, acting keren, eksekusi kece.
Reply 1997 ditayangkan di tv kabel TvN dan merebut rating tertinggi sepanjang sejarah tv kabel di Korea Selatan.
Cerita diawali dengan sebuah acara reuni SMA di sebuah café tahun 2012. Disana kita diperkenalkan pada tokoh utama kita Sung Shi Won yang urakan. Lalu cerita meloncat mundur ke tahun 1997, dimana Shi Won yang berusia 16 tahun adalah fans garis keras dari boyband yang konon paling hits di zamannya : HOT. Lalu kita akan bertemu dengan sahabat Shi Won sedari kecil Yoon Yoon Jae, pemuda yatim piatu tampan, dan cerdas yang merupakan putra sahabat orangtua Shi Won. Dan muncullah tokoh-tokoh lainnya yang melengkapi cerita anak SMA tahun 97an ini, Joon Hee yang manis, Sung Jae yang banyak bicara, Hak Chan yang suka nonton video porno tapi takut sama wanita dalam dunia nyata, dan Yoo Jung yang naksir Yoon Jae.
Seri beralur kilas balik ini berjalan seru, karena di setiap episodenya penonton dibuat penasaran oleh clue-clue mengenai bagaimana masa depan Shi Won, siapa yang akan dia nikahi (yang ternyata adalah salah seorang yang hadir pas Reuni), dan bagaimana nasib teman-temannya yang lain.
Jadi, kalo kamu sudah mulai bosan dengan cerita K-Drama yang itu-itu aja (tahun 2012 ini jarang banget ada drama korea yang lucu dan segar), Reply 1997 is a well recommended drama, dimana saya bisa ketawa ngakak sekaligus mewek ga karuan dalam satu scene sekaligus.
Rabu, 21 November 2012
The Orphan
Bagi saya film horror keluaran Hollywood itu jarang yang serem. Jatoh-jatohnya jadi konyol. Soalnya standar film horror yang serem buat saya ya yang diperankan oleh Susanna. Ga ada hantu lain yang lebih menyeramkan dibanding Kuntilanaknya Susanna. Selama ini cuma ada lima film horror Hollywood yang bagi saya serem banget (acak) :
1. Insidious
2. Final Destination
3. The Orphan
4. Woman in Black
5. Paranormal Activity
Sekarang saya bakal ngomongin tentang The Orphan. Saya ga pernah nonton film horror sampe kebawa mimpi. Kalo sampe kemimpi-mimpi berarti nih film parah horornya. The Orphan bercerita tentang keinginan sepasang suami istri Kate dan John Coleman (Vera Farmiga dan Peter Sarsgaard) untuk mengadopsi seorang anak, setelah mereka kehilangan anak ketiga mereka yang meninggal saat dilahirkan.
Tibalah mereka di sebuah panti asuhan, disana mereka langsung jatuh hati pada seorang gadis kecil berusia 9 tahun Esther (Isabel Fuhrman), sampai akhirnya setuju untuk mengadopsi gadis yang konon berasal dari Rusia tersebut. awalnya Kehadiran Esther disambut bahagia oleh Keluarga Coleman, kecuali si sulung Daniel yang iri dengan perhatian keluarganya yang lebih tertuju pada Esther. Namun, semakin hari mulai terjadi kejadian-kejadian buruk yang menimpa keluarga Coleman dan di setiap kejadian selalu melibatkan sosok putri baru mereka : Esther. Jadi siapa sebenarnya Esther ini?
Akting paling mencengangkan dipamerkan oleh aktris cilik Isabel Fuhrman yang baru berusia 12 tahun saat memerankan tokoh Esther. Perannya yang misterius dan ‘sakit’disebut-sebut sebagai penampilan aktris cilik paling memukau dalam satu decade terakhir. Ditambah lagi kemampuan dia untuk berdialog dengan bahasa inggris beraksen Eropa Timur, keren….sembah deh buat anak ini.
Jumat, 16 November 2012
Ruby Sparks…a beautiful Strange Fairy Tale
Falling in love is an active magic
so is writing
Ada yang sudah pernah nonton film ini? Well jika belum…I think you should. Filmya memang tidak merajai box office. Pemain-pemainnya juga asing bagi saya. tapi ceritanya menarik dan unik. Saya jarang nonton film romantic comedy yang ceritanya agak melenceng dari pakem romcom. So here it is the story line….
Cerita diawali dari seorang penulis one hit wonder bernama Calvin Weir Fields (Paul Dano) yang saking stresnya mencoba menghasilkan buku baru (bayangkan dia membuat bukunya yang best seller itu di umur 19 and he is 29 now) sampai membutuhkan sesi terapi dengan seorang psikiatris Dr. Rosenthal (Elliot Gould). Suatu malam, Calvin bermimpi….tentang seorang gadis dan, tiba-tiba lampu imajinasinya menyala, dia pun mulai menulis-menulis dan menulis…tentang gadis itu…Ruby Sparks, gadis yang dia gambarkan dalam mimpinya seperti ini : I thought you really the most beautiful girl I ever saw.
Lalu, Suatu pagi…taraa……Ruby Sparks (Zoe Kazan) muncul di dapur Calvin. Nyata, bisa disentuh dengan ciri-ciri persis yang digambarkan Calvin: 26 yo, raised in Dayton Ohio,ngefans Humprey Bogart dan John Lennon, dikeluarkan dari sekolah karena tidur dengan guru seni atau guru bahasa spanyolnya dan seorang pelukis. Lalu cerita pun mengalir, tentang Calvin si creator yang jatuh hati pada boneka ciptaannya yang tiba-tiba jadi nyata.
Kalau kamu pecinta film drama romantic yang ringan tapi penuh isi, Ruby Sparks bisa jadi pilihan. Ceritanya mungkin agak khayal yah..tapi love lessonsnya bagus banget. Beside…sinematografinya kece pula.
Jumat, 21 September 2012
What I Thought about sholat…
It is not about I try to become so religious if I talk about religion and the way we pray to God (and I’m not trying to become ustadzah indeed). Do what we do everyday is the reflection of our identity as Muslims? Well, Let what I talk later try to answer it.
Sebagai anak yang membawa identitas muslim sejak lahir, saya tentunya diberikan ilmu agama yang cukup oleh kedua orangtua saya. Saya diajari mengaji, sholat, rukun iman, rukun islam dan berbagai hal yang selayaknya perlu seorang anak ketahui mengenai agamanya. Dulu waktu saya kecil,saya sholat dan mengaji, hanya karena pengetahuan dangkal saya bahwasanya orang yang rajin beribadah akan masuk surga dan yang berbuat sebaliknya akan masuk neraka. That simple and…. shallow of course.
Saat di bangku kuliah lah saya mulai merasa bahwa solat adalah fasilitator saya untuk berbicara dengan Tuhan. Solat jadi medium saya untuk berharap, mengadu, bertanya, marah, menangis,dan berterima kasih. Dan tahukah kamu, Tuhan menyimak semua pembicaraan yang saya lakukan denganNya. Dia mendengar keluh kesah saya, memeluk saat saya sedih, menepuk bahu saat saya berbuat salah, dan menjawab doa-doa saya (in a way I don’t expect sometimes). So…it becomes a personal connection between me and God.
Dalam pandangan saya, seseorang yang menjalankan solat secara sungguh-sungguh berarti dia sudah punya ilmu ikhlas yang luar biasa. Maksudnya gini : solat itu makan waktu paling banyak 5 menit, tapi, untuk yang tidak mengikhlaskan 5 x 5 menitnya dalam sehari untuk solat pasti akan merasa itu menjadi 25 menit terpanjang dalam sehari. Susah sekali membasuh wajah untuk berwudhu, berat sekali menjejakkan langkah kaki menuju sajadah.malas sekali membuka mulut untuk mengucap takbir. Orang-orang yang dengan ikhlas membuang sifat sombongnya untuk menundukkan kepala, dan bersujud kepada Tuhan itulah orang-orang hebat yang saya sendiripun belum bisa mencapai ke tingkatan seperti itu.
Apakah kita perlu diingatkan untuk solat? Tentu saja. Semua orang butuh diingatkan, diberitahu, dibimbing, dipacu semangatnya untuk menuju ke arah yang lebih baik. But in my opinion (and once again, just my opinion, correct me if I’m wrong) solat itu seputar kesadaran. Kesadaran bahwa kita butuh Tuhan. Bukan Tuhan yang butuh umatNya untuk beribadah. Kalau kita solat saja butuh diingatkan oleh orang lain, berarti kita sebenarnya tidak terlalu ingat-ingat juga sama Tuhan. kita hanya ingat bahwa seseorang mengingatkan kita untuk ingat Tuhan. hehe…bingung ya? Uhm…the point is : kesadaran seorang umat untuk beribadah kepada penciptaNya, hanya bisa dipicu oleh kesadaran dari individu itu sendiri untuk berbicara dengan Tuhan, untuk bersyukur dengan segala apa yang sudah Tuhan beri pada dirinya.Jika untuk ingat dan bersyukur kepada penciptaNya saja dia butuh diingatkan lantas jika si reminder ini tidak ada, apa dia akan ingat lagi?
Izinkan saya mengutip salah satu ayat yang paling saya sukai, diambil dari Q.S Surat Ar-Rahman :
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Renungkan dan resapi satu kalimat dahysat itu ya folks!! See ya)
Sabtu, 31 Desember 2011
Tahun baru apa bedanya dengan tahun lama
Sejak kecil saya tidak pernah menganggap bahwa pergantian tahun masehi adalah sesuatu yang harus dirayakan. Jarang sekali saya dengan keluarga merayakan tahun baru. Yang biasa kami lakukan pada tanggal 31 Desember adalah tidur sedikit lebih malam, sambil nonton tv , lalu satu-satu undur diri ke kamar masing-masing. Ah ya...saya ingat satu kebiasaan saya waktu kecil pada malam pergantian tahun, biasanya ibu akan membangunkan saya tepat jam 12 malam, dan saya akan berlari ke luar rumah, mengambil terompet yang sudah bapak belikan, lalu saya tiup kencang-kencang di halaman. Setelah itu saya akan kembali ke kamar saya, dan sudah...tidur lagi . Tahun berlalu, dan saya tetap tidak menganggap tahun baru itu spesial. Mungkin pada saat saya kuliah saya biasa menghabiskannya bersama teman-teman. Atau seperti tahun kemarin, saya jalan-jalan nekad ke Jogja bersama salah seorang sahabat. Tapi tetap...tahun baru, bagi saya hanya seperti pergantian malam saja, plus perubahan angka pada kalender.
Saya tidak pernah membuat resolusi tahun baru....or maybe i stop making resolution since i know that i wont ever be able to keep on my plan for a year. I always have plan B while i never finish plan A. My life for me is a a dynamic changing every single day. Banyak maunya...tapi tidak merasa perlu bersusah-susah menyelesaikan rencana awal jika saya tahu it doesn’t work well. Galau ya hidup saya??? Hehe...
Bagi saya berubah tidak perlu menunggu tahun yang baru. Mengutip ungkapan Aa Gym...mulailah dari hal kecil, dan mulailah dari sekarang. Mungkin untuk sebagian orang, mereka perlu sebuah momen untuk memulai, dan momen itu adalah tahun baru. Well, nothing wrong with it, tapi bergeraklah menuju lebih baik, maju... bukan mundur.
So...happy new year folks....may it will be another good year for us, never regret your life...semua pengalaman, kenangan, cerita, sedih, bahagia, itu semua membentuk kamu yang ada hari ini. Life is the most harsh but best teacher also.
Saya tidak pernah membuat resolusi tahun baru....or maybe i stop making resolution since i know that i wont ever be able to keep on my plan for a year. I always have plan B while i never finish plan A. My life for me is a a dynamic changing every single day. Banyak maunya...tapi tidak merasa perlu bersusah-susah menyelesaikan rencana awal jika saya tahu it doesn’t work well. Galau ya hidup saya??? Hehe...
Bagi saya berubah tidak perlu menunggu tahun yang baru. Mengutip ungkapan Aa Gym...mulailah dari hal kecil, dan mulailah dari sekarang. Mungkin untuk sebagian orang, mereka perlu sebuah momen untuk memulai, dan momen itu adalah tahun baru. Well, nothing wrong with it, tapi bergeraklah menuju lebih baik, maju... bukan mundur.
So...happy new year folks....may it will be another good year for us, never regret your life...semua pengalaman, kenangan, cerita, sedih, bahagia, itu semua membentuk kamu yang ada hari ini. Life is the most harsh but best teacher also.
Langganan:
Postingan (Atom)










